Sabtu, 31 Oktober 2009

Di Sebuah Kelas

Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.

"Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?"

Murid-murid tampak saling pandang.

Terdengar suara lagi dari guru, "Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu...".

Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid. "Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui? Berbagilah dengan teman-temanmu..."

Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, "Seminggu yang lalu, adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku impikan selama ini".

Matanya berbinar, tangannya tampak seperti sedang menunggang sesuatu.

"Motor sport dengan lampu yang berkilat, pasti tak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan itu!"

Sang guru tersenyum. Tangannya menunjuk beberapa murid lainnya. Maka,terdengarlah beragam cerita dari murid-murid yang hadir. Ada anak yang baru saja mendapatkan sebuah mobil. Ada pula yang baru dapat melewatkan liburan di luar negeri. Sementara, ada murid yang bercerita tentang keberhasilannya mendaki gunung. Semuanya bercerita tentang hal-hal besar yang mereka temui dan mereka dapatkan. Hampir semua telah bicara, hingga terdengar suara dari arah belakang.

"Pak Guru..Pak, aku belum bercerita".

Rupanya, ada seorang anak di pojok kanan yang luput dipanggil. Matanya berbinar. Mata yang sama seperti saat anak-anak lainnya bercerita tentang kisah besar yang mereka punya.

"Maaf, silahkan, ayo berbagi dengan kami semua", ujar Pak Guru kepada murid berambut lurus itu. "Apa hal terbesar yang kamu dapatkan?", Pak Guru mengulang pertanyaannya kembali.

"Keberhasilan terbesar buatku, dan juga buat keluargaku adalah..saat nama keluarga kami tercantum dalam buku telpon yang baru terbit 3 hari yang lalu".

Sesaat senyap. Tak sedetik, terdengar tawa-tawa kecil yang memenuhi ruangan kelas itu. Ada yang tersenyum simpul, terkikik-kikik, bahkan tertawa terbahak mendengar cerita itu.

Dari sudut kelas, ada yang berkomentar, "Ha? aku sudah sejak lahir menemukan nama keluargaku di buku telpon. Buku Telpon? Betapa menyedihkan...hahaha".

Dari sudut lain, ada pula yang menimpali, "Apa tak ada hal besar lain yang kamu dapat selain hal yang lumrah semacam itu?"

Lagi-lagi terdengar derai-derai tawa kecil yang masih memenuhi ruangan.

Pak Guru berusaha menengahi situasi ini, sambil mengangkat tangan.

"Tenang sebentar anak-anak, kita belum mendengar cerita selanjutnya. Silahkan teruskan, Nak..."

Anak berambut lurus itu pun kembali angkat bicara. "Ya. Memang itulah kebahagiaan terbesar yang pernah aku dapatkan. Dulu, Ayahku mengalami kebangkrutan. Karenanya, kami sering berpindah-pindah rumah. Kami tak pernah menetap, karena selalu merasa dikejar polisi".

Matanya tampak menerawang. Ada bias pantulan cermin dari kedua bola mata anak itu, dan ia melanjutkan.

"Tapi, kini Ayah telah berubah. Dia telah mau menjadi Ayah yang baik buat keluargaku. Sayang, semua itu butuh waktu dan usaha. Tak pernah ada Bank dan Yayasan yang mau memberikan pinjaman modal buat bekerja. Hingga setahun lalu, ada seseorang yang rela meminjamkan modal buat Ayahku. Dan kini, Ayah berhasil. Bukan hanya itu, Ayah juga membeli sebuah rumah kecil buat kami tinggal. Dan kami tak perlu berpindah-pindah lagi. Aku tak perlu lagi menumpang di tempat keluarga lain".

"Tahukah kalian, apa artinya kalau nama keluargamu ada di buku telpon? Itu artinya, aku tak perlu lagi merasa takut jikalau tiba-tiba aku diusir lagi. Itu artinya, aku tak perlu lagi kehilangan teman-teman yang aku sayangi. Itu juga berarti, aku tak harus tidur di tempat orang lain. Dan itu artinya, aku, dan juga keluargaku, adalah sama derajatnya dengan keluarga-keluarga lainnya".

Matanya kembali menerawang. Ada bulir bening yang mengalir.

"Itu artinya, akan ada harapan-harapan baru yang aku dapatkan nanti...".

Kelas terdiam. Pak Guru tersenyum haru. Murid-murid tertunduk. Mereka baru saja menyaksikan sebuah fragmen tentang kehidupan. Mereka juga baru saja mendapatkan hikmah tentang pencapaian besar, dan kebahagiaan.Mereka juga belajar satu hal :

"Bersyukurlah dan berbesar hatilah setiap kali mendengar keberhasilan orang lain. Sekecil apapun... Sebesar apapun".

Curhatku

G tau knapa???

Ak kangen bgt ma dy

Kangeee…………………………..n bgt!!!!

Tapi ak tau semua udah lewat

G ada guna nya aku memelihara rasa ini

Buat apa aku memikirkan orang yang mungkin udah ga pernah mikirin aku…

Mungkin ingat aku aja engga,,,

Kenapa siy,,,

Otakku ini ga pernah bisa berhenti mikirin dy,,

GOBLOG BGT AKU INI!!!!!

KADANG SESUATU BARU BERARTI SAAT SEMUA UDAH PERGI

DAN AKU SANGAT KEHILANGAN

Kegagalan Itu Biasa

Perhatikan bagaimana kadang-kadang kita merasakan sebuah serangan 'demam' ketika kita melihat sesuatu yang sudah dimulai oleh orang lain. Dalam hati kita berkata, seandainya kita yang meneruskan pekerjaan itu, pasti keberhasilan sebentar lagi tercapai.

Bisa anda bayangkan bagaimana sia-sianya sikap orang yang menganggap yang sudah dilakukannya itu sebagai kegagalan?

Kegagalan itu sifatnya sangat pribadi.

Keputusan mengenai apakah sebuah pilihan tindakan kita, sudah bisa disebut gagal atau tidak, bisa dibuat oleh siapapun. Tetapi yang pasti hanya satu orang yang bisa menerima itu sebagai kegagalan. Kita.

Itu sebabnya kegagalan bersifat sangat pribadi. Kita yang menerima sesuatu sebagai kegagalan.

Toleransi terhadap tekanan dan penderitaan bervariasi antara satu orang dengan yang lain. Itu sebabnya keputusan untuk menerima sebuah langkah sebagai kegagalan bergantung erat pada toleransi sebuah pribadi terhadap tekanan dan penderitaan.

Kegagalan itu sifatnya sangat pribadi.

Janganlah kita menjadi orang yang paling cepat memutuskan
sesuatu sebagai kegagalan.

Kesalahan adalah bagian dari sistem koreksi alam.

Yang baik disalahkan supaya benar, lurus, dan naik.
Yang buruk disalahkan supaya turun derajatnya, habis hartanya, dan hapus kuasanya, tetapi tetap untuk mengundangnya kembali kepada kebaikan.

Kesalahan diciptakan untuk membenarkan tindakan-tindakan yang belum dilahirkan. Sehingga setelah kelahirannya nanti, mereka bisa berlaku dengan kemungkinan berhasil yang lebih baik.

Semua penderitaan yang datang dari kegagalan adalah tanda bahwa kita belum mengerti betul penyebab timbulnya kesalahan yang mengakibatkan kegagalan itu.

Orang-orang berani, mempelajari kesalahan-kesalahan mereka dengan ketelitian seorang dokter bedah. Pencerahan yang dihasilkan dari pengamatan yang detil itu akan menghilangkan demotivasi yang biasanya menyertai kegagalan.

Mereka akan betul-betul mengerti bahwa kegagalan itu adalah sebuah konsekwensi logis dari sebuah tindakan. Yang kalau tidak berhasil, ya, . gagal. Tidak ada setengah-setengah, karena selama kita tidak gagal, kita telah 'berhasil' untuk tidak gagal.

Orang-orang yang berhasil mengelola kesalahan-kesalahannya dengan baik, akan merasakan luasnya bumi tempat mereka berpijak. Dan mereka juga akan melihat luasnya langit yang menyediakan ruang untuk tumbuh.

Bersabarlah terhadap kesalahan-kesalahan orang lain, karena anda juga menginginkan penerimaan yang sama terhadap kesalahan-kesalahan anda.

Jatuh itu wajar, tetapi jangan lama berbaring di situ.

Rahasia 90/10

Rahasia 90/10 memang luar biasa! Sedikit yang tahu dan menerapkan rahasia ini. Hasilnya? Jutaan orang menderita stress yang tidak diinginkan, pencobaan, masalah dan sakit kepala. Hari-hari buruk datang mengikuti hari-hari buruk. Hal-hal tidak enak kelihatannya selalu terjadi. Kekhawatiran menghabiskan banyak waktu, amarah memutuskan persahabatan dan hidup kelihatan menjadi menakutkan dan tidak dinikmati sepenuhnya. Sahabat hilang. Hidup membosankan dan sering kelihatan kejam. Apakah ini menggambarkan keadaan mu? Jika ya, jangan tawar hati. Engkau dapat berubah! Pahami dan lakukan rahasia 90/10. Itu akan mengubah hidupmu!

Apa Rahasia 90/10?

10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita. 90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi / memberi respon.

Apa artinya?

Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak punya kontrol atas hal yang 10% ini.

Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90% !

Bagaimana dengan reaksi kita?. Kita tidak dapat mengontrol lampu merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Jangan biarkan orang lain mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan reaksi kita!

Mari lihat sebuah contoh : Engkau sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan secangkir kopi ke kemeja kerja mu. Engkau tidak dapat mengendalikan apa yang telah terjadi itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan oleh bagaimana engkau bereaksi.

Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar memarahi adik mu yang menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu, engkau melihat ke istri mu, dan mengkritiknya karena telah menaruh cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata singkat menyusul. Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti kemeja.

Setelah itu engkau kembali dan melihat adik perempuan mu sedang menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat kerja. Engkau segera menuju mobil dan mengantar adik mu ke sekolah. Karena engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas kecepatan maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar tilang, engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit, dan engkau baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal. Hari-mu begitu buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika engkau pulang, engkau menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu. Kenapa? Karena reaksimu pagi tadi. Kenapa hari mu buruk?

a) Karena secangkir kopi yang tumpah?

b) Kecerobohan adikmu

c) Polisi yang menilang?

d) Karena dirimu sendiri?

Jawaban-nya adalah D. Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi itu. Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan hari mu menjadi buruk.

Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi dengan cara yang berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap menangis. Engkau dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih hati-hati ya". Engkau pergi mengganti kemejamu dan tidak lupa mengambil tas kerjamu. Engkau kembali dan melihat adikmu sedang naik ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum engkau berangkat kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar tentang bagaimana baiknya hari ini buatmu.

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa? Karena REAKSI kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi. Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.

Di Buat Oleh Kakaku Elfiana Pradnya Paramita

Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

Tuhanku

Aku masih ingat , saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu

Lembar demi lembar kitab kupelajari

Untai demi untai kata para ustadz kuresapi syuhada

Tentang cinta para nabi

Tentang kasih para sahabat

Tentang mahabbah para sufi

Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanamkan di jiwa dalam – dalam

Kutumbuhkan dalam mimpi – mimpi dan idealisme yang mengawang di awan…

Tapi Rabbi ,

Berbilang detik , menit , jam, hari , pekan , bulan , dan kemudian tahun berlalu…

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama , tapi…

Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu…

Aku makin merasakan gelisahku membadai…

Dalam cita yang mengawang

Sedang kakiku mengambang , tiada menjejak bumi…

Hingga aku terhempas dalam jurang

Dan kegelapan…

Wahai Illahi,

Kemudian berbilang detik , menit , jam , hari , pekan , bulan , dan tahun berlalu…

Aku mencoba merangkak , menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali

Menatap , memohon , dan mengibaMu

Allahu Rahim , Illahi Rabbi ,

Perkenankanlah aku mencintaiMu,

Semampuku

Allahu Rahmaan , Illahi Rabbi ,

Perkenankanlah aku mencintaiMu

Sebisaku

Dengan segala kelemahanku

Illahi ,

aku tak sanggup mencintaiMu

dengan kesabaran menanggung derita

Umpama Nabi Ayyub, Musa , Isa hingga Al musthafa

Karena itu izinkanlah aku mencintaiMu

Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu

Atas derita batin dan jasadku

Atas sakit dan ketakutanku

Rabbii,

Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu Bakar , yang menyedekahkan seluruh hartanya

Dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.

Atau layak Umar yang menyerahkan separoh harta demi jihad.

Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dianMu.

Izinkanlah aku mencintaiMu,

Melalui seratus dua ratus perak yang terulur pada tangan- tangan kecil di perempatan,

Jalan

Pada wanita – wanita tua yang menadahkan tangan di pojok – pojok jembatan.

Pada makanan – makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Illahi,

Aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya sholat salah seorang sahabat nabiMu

Hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam dikakinya.

Karena itu Yaa Allah,

Perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu

Dalam sholat yang coba kudirikan terbata-bata,

Meski terkadang ingatan melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbi ,

Aku tak dapat beribadah ala sufi dan rahib ,

Yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.

Maka izinkanlah aku mencintaimu dalam satu-dua rakaat lailku.

Dalam satu dua sunnah nafilahMu.

Dalam desah napas keprasahan tidurku.

Yaa Maha Rahmaan ,

Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah ,

Yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.

Perkenankanlah aku mencintaiMu,

Melalui selembar dua lembar tilawah harianku.

Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaaa Rahiim,

Aku tak sanggup mancintaiMu semisal Sumayyah ,

Yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.

Seandainya para syuhada ,

Yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu

Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu kariim,

Aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya ,

Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra zaujahnya ,

Dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.

Maka izikanlah aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku , dengan mencintai sahabat – sahabatku , dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allahu Rahmaanurrahiim , Illahi Rabbii,,

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.

Agar cinta itu mengalun dalam jiwa

Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

Hamba

(29 Agustus 2008 , tertatih meniti cinta dalam 2 tahun waktu yang Kau berikan)

Aku Adalah Pohon

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon. AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku. AKu telah berpacaran sebanyak 2 kali... Ada satu wanita yang sangat AKU cintai...tapi AKU tidak punya keberanian untuk mengatakannya. ..Dia tidak cantik...tidak memiliki tubuh yang sexy..Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya. .sangat menyukainya. .Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya dan kekuatannya. .Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena..AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku.. AKU takut..jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang.. AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. .. AKU merasa dia adalah "sahabatku". .. AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...Alasan yang tarakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 1 tahun ini... Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama ...Ketika AKU menggandeng tangan pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...DIa hanya tersenyum dengan berwajah merah...,setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak..dan merah..AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis..tapi AKU tertawa..bercanda dengannya seharian di ruang itu..Di sudut ruang itu dia menangis..dia tidak tau bahwa AKu kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana...Pacarku yang ke-2 tidak menyukainya. ..Pernah sekali mereka berdua perang dingin.AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...Tapi AKU masih tetap bersama pacarku..AKu berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget.. AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.. .AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia... AKU juga sedih...Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke-2, AKu mengajaknya pergi.. Setelah kencan satu hari itu..AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku.. AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku... DIa berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang.. AKU tau pria itu..dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,penuh energi dan menarik.. AKU tidak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya.. Seperti ada batu yang sangat besar didadaku..AKU tidak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apadaya.. Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya.. Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya. .. Handphoneku bergetar..ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis... SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?" DAUN AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa? Karena aku merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan. Selama 3 tahun AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya-CEMBURU- ... Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon. Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.. AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih..Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa..AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta bertepuk sebaleh tangan.. Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman? Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati..AKU tau kesukaannya. .kebiasaannya. .. Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui..Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan.Diluar itu,AKU mau tetap disampingnya. .memberinya perhatian..menemani ..dan mencintainya. .Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam..mengharapkan mengirim SMS..AKU tau sesibuk apapun dia pasti meluanggkan waktunya... 1 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu..Dilema yang menemaniku selama 1 tahun ini..., seorang wanita mengejarku.. setiap hari dia mengejarku tanpa lelah.. Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku... AKU berpikir...apakah aku ingin memberinya ruang kecil di hatiku untuknya?!.. Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon.. Akhirnya,AKU sadar bahwa AKu ingin memberi ANgin ini ruang yang kecil dihatiku.. AKU tau ANgin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik.. AKhirnya AKU meninggalkan Pohon... tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal.. AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku.. "DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?!" ANGIN AKU menyukai seorang gadis bernama DAUn.. karena dia sangat bergantung pada POHON..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat.. ANgin akan meniup DAUN terbang jauh... Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami... Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya memperhatikan POHON... KEtika POHON berbicara dengan gadis2, ada cemburu dimatanya.. KEtika Pohon melihat ke arah DAun, ada senyum dimatanya.. Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. .seperti Daun yang suka melihat POHON... Satu hari saja tak kulihat dia..AKU merasa sangat kehilangan.. DI sudut ruang itu, ku lihat Pohon sedang memperhatikan DAun.. Air mengalir di mata DAun ketika POhon pergi..Esoknya. .KU lihat DAun ditempatnya yang biasa sedang memperhatikan POhon..AKU melangkah dan tersenyum padanya..KUambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya.. Dia sangat kaget..Dia melihat ke arahku,tersenyum dan menerima kertas dariku.. Esoknya..dia datang... menghampiriku memberikan kembali kertas itu..HAti DAun sangat kuat dan ANGin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu kerena DAUN tidak mau meninggalkan POhon.AKu melihat kearahnya..kuhampir i dengan kata2 itu...Sangat pelan..dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telp ku..AKU tau orang yang dia cintai bukan AKu..tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku.. Selama 4bln, AKU telah telah mengucapkan kata cinta tidak kurang dari 20 x kepadanya..Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak menyerah..Keputusan ku bulat..AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan menjadi pacarku..AKu bertanya, "apa yang kau lakukan?Kenapa kau tidak pernah membalas? MEngapa kau selalu membisu?" DIa berkata. "AKU menengadahkan kepalaku"... "AH?" Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar..."AKU menengadahkan kepalaku" dia berteriak..KUletakk an telephone..melompat ..berlari seribu langkah..ke rumahnya..DIa membuka pintu bagiku.. "DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal!?" Sebuah pesan untukmu..teman. . JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG... TUNJUKKAN CINTAMU!!!! CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN..TUNJUKKAN SAJA!!!!

Kamis, 29 Oktober 2009

Tips Saat Ujian

Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Bila kamu ragu terhadap kejujuran ujian, atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuanmu, temuilah
dosen pembimbingmu.

Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian
terhadap perkembangan belajarmu.

Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:

  • Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
    Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

  • Tenang dan percaya diri.
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

  • Bersantailah tapi waspada.
    Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

  • Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
    Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

  • Jawab soal-soal ujian secara strategis.
    Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:

    • soal paling sulit
    • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
    • memiliki nilai terkecil
  • Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
    Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
    Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
    Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

  • Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
    Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

  • Analisa hasil ujianmu.
    Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir